Minggu, 19 Februari 2012

BAB I
PENDAHULUAN

Istilah audio begitu sering terdengar ditelinga kita baik itu dari orang yang mengetahui arti dari audio itu sendiri ataupun tidak. Secara sepintas kita mengetahui istilah audio itu berkaitan dengan berbagai hal terutama yang berhubungan dengan indra pendengaran. Istilah yang begitu dekat dengan audio ialah visual dimana visual ini sering diartiakan dengan adanya gambaran yang terlihat sedangkan untuk audionya adalah pendengaran. Dalam kehidupan sehari – hari komunikasi yang bersifat auditif (pita suara atau piringan suara) sangat mendominasi kehidupan manusia. Dimulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali.
Terlepas dari pengertian yang bermacam - macam mengenai istilah audio, penyusun akan mencoba membahas mengenai media audio sebagai media pengajaran, artinya semua yang berkaitan dengan media audio dalam pendidikan dan pengajaran itu sebagai alat bantu guru dalam proses belajar mengajar agar lebih mudah untuk mencapai tujuan pendidikan berupa ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Bahkan menurut penelitian dalam kegiatan pendidikan penggunaan komunikasi audio ini banyak dipergunakan dibandingkan alat komunikasi lainnya.
Dalam penyusunan makalah ini kami hanya membatasi media audio sebagai media pengajran saja, untuk itu Penyusun akan memberikan gambaran untuk pembahasan makalah ini, yaitu sebagai berikut :
1). Pengertiaan, fungsi media audio dalam dunia pendidikan
2).Jenis – jenis media audio serta kelebihan dan kekurangannya
3). Cara penggunaan media audio
4). Keuntungan dan kekurangan dari media audio
5). Mengevaluasi hasil pemahaman siswa dari media audio kami menyadari dalam pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu apabila ada kritik dan saran yang sifatnya memberikan dorongan untuk perbaikan yang lebih baik sangat kami harapkan, terutama dari bapak dosen yang memeriksa makalah ini dan para pembaca, serta penyimak makalah ini



















BAB II
PEMBAHASAN
MEDIA AUDIO

1. pengertian dan fungsi media audio
Media audio Menurut sadiman ( 2005:49 ) adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik verbal (kedalam kata – kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Sedangkan menurut sudjana dan Rivai ( 2003 :129 ) media audio untuk pengajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan sisiwa sehingga terjadi proses belajar mengajar.
Pengembangan media audio sama halnya dengan pengembangan media lainnya, yang secara garis besar meliputi kegiatan perencanaan, produksi dan evaluasi. Dalam perencanaan meliputi kegiatan – kegiatan penentuan tujuan, menganalisis keadaan sasaran, penentuan materi, format yang akan dipergunakan dan penulisan skrip. Sedangkan produksi adalah kegiatan perekaman bahan, sehingga seluruh program yang telah direncanakan dapat direkan dalam pita suara atau piringan suara. Dan untuk evaluasi dimaksudkan sebagai kegiatan untuk menilai program apakah program tersebut bisa dipakai apa tidak, atau perlu direvisi.
Fungsi media audio menurut Arsyad ( 2003 : 44 ) beliau mengutip pendapat sudjana dan Rivai ( 1991 : 130 ) adalah untuk melatih segala kegiatan pengembangan keterampilan terutama yang berhubungan dengan aspek – aspek keterampilan pendengaran, yang dapat dicapai dengan media audio ialah berupa :
a) Pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian.
b) Mengikuti pengarahan
c) Melatih daya analisis
d) Menentukan arti dan konteks.
e) Memilah informasi dan gagasan
f) Merangkum, mengingat kembali dan menggali informasi
Fungsi lain dari media audio adalah sebagi alat Bantu bagi para pendidik, karena sifatnya hanya sekedar membantu, maka dalam pemamfaatannya memerlukan bantuan metode atau media lain, sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dimiliki oleh pendengar yang akan membantu keberhasilan.
Selain itu juga sudjana (2005 : 129 ) menambahkan Pamamfaatan fungsi media audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam:
a. Pengajaran musik literaty (pembacaan sajak), dan kegiatan dokumentasi.
b. Pengajaran bahasa asing, apakah secara audio ataupun secara audiovisual.
c. Pengajaran melalui radio atau radio pendidikan.
d. Paket-paket belajar untuk berbagai jenis materi, yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.

2. Macam – macam media audio
Contoh media Audio adalah radio, alat perekam pita, magnetik, piringan hitam, laboratorium bahasa.
a. Radio pendidikan
Radio pendidikan, Hamalik ( 1994 : 107 ) adalah suatu perlengkapan elektronik yang diciptakan berkat kemajuan dalam teknologi modern. Fungsi radio pendidikan dalam pengajaran adalah untuk memperkaya pengalaman pendidikan dan ide – ide kreatif.
Menurut Hamalik ( 1994 : 108 ) Nilai radio pendidikan dalam pengajaran adalah :
1. Memberikan berita yang up to date dan beritanya autentik berdasar pada kenyataan.
2. Mempunyai tinjauan yang luas dan memberikan gambaran yang jelas.
3. Menarik minat
4. Mendorong kreatifitas
5. Integrasi dan diskriminasi.
b. Alat perekam pita
• Rekaman pendidikan Menurut Hamalik ( 1994 : 99 ) rekaman penddikan berasal dari bahasa asing yaitu “recording” adalah sejenis alat audio. Rekaman adalah alat pembantu bagi pendidikan anak – anak. Dalam hal ini berarti rekaman berfungsi sebagai alat bantu guru.
Sedangkan menurut Danim ( 1995 : 19 ) rekaman pendidikan adalah alat audio yang tidak diikuti dengan audio visual.
Nilai rekaman dalam pendidikan Hamalik ( 1994 : 101 -102 ) adalah
1. Rekaman dapat memberikan bermacam- macam bahan pelajaran dikelas
2. Menjadikan pelajaran lebih kongkret, Bahan yang diperoleh asli
3. Masyarakat dapat dibawa kedalam kelas melalui rekaman
4. Mendorong berbagai kegiatan belajar serta motivasi belajar
5. Rekaman akan memberikan latihan
6. Efisiensi dalam pengajaran bahasa
Sedangkan menurut Rivai ( 2005 :133 ) nilai dari rekaman seperti :
a. Sebagai alat perespon dan evaluasi
b. Rekaman dapat membantu melatih keterampilan berbicara dan pidato.
c. Rekaman juga dapt dilakukan oleh sendiri sehingga siswa dapat mengevaluasi.
• Rekaman audio-Tape Dalam dunia pendidikan Rekaman audio-Tape Arsyad ( 2003 : 44) adalah isi pesan dan pelajaran yang dimaksudkan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar. Materi rekaman audio- tape adalah cara ekonomis untuk menyiapkan isi pelajaran atau jenis informasi tertentu. Jenis rekaman menurut Hamalik ( 1994 : 102 ) meliputi : rekaman musik, kesusastraan dan drama, studi sosial terutama sejarah, bahasa asing, bercakap – cakap dan olahraga.
C. Manusia
Suara yang dikeluarkan oleh manusia juga teermasuk media audio. Ketika guru menjelaskan sebuah materi pelajaran itulah sebuah media tanpa kita sadari sendiri.
3. keuntungan dan kekurangan menggunakan media audio
Keuntungan media audio, sadiman ( 2005 :50 ) :
a. Harga murah dan variasi program lebih banyak daripada TV.
b. Sifatnya mudah untuk dipindahkan
c. Dapat digunakan bersama – sama dengan alat perekam radio, sehingga dapat diulang atau diputar kembali.
d. Dapat merangsang partisifasi aktif pendengaran siswa, serta dapat mengembangkan daya imajinasi seperti menulis, menggambar dna sebagainya.
e. Dapat memusatkan perhatian siswa seperti membaca puisi, sastra, menggambar musik dan bahasa.

Keuntungan lainnya dari media audio sadiman ( 2005 : 51 )
a. Dapat menggantikan guru dengan lebih baik misalnya menghadirkan ahli dibidang – bidang tertentu, sehingga kelemahan guru dalam mengajar dapat digantikan.
b. Pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah dan metodis. Ini mengingat guru kita terkadang jarang mempunyai waktu yang luang dan sumber untuk mengadakan penelitian.
c. Dapat menyajikan laporan seketika, karena biasanya siaran – siaran yang actual itu dapat memberikan kesegaran pada sebagian besar topic.
d. Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

Keuntungan media audio Arsyad ( 2003 : 45 ) adalah :
a. Merupakan peralatan yang sangat murah dan lumrah sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat
b. Rekaman dapat digandakan untuk keperluan perorangan sehingga isi pesan dapat berada ditempat secara bersamaan.
c. Merekam peristiwa atau isi pelajaran untuk digunakan kemudian.
d. Rekaman dapat digunakan sendiri oleh siswa untuk mendengarkan diri sendiri sebagai alat diagnosis guna untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca, mengaji dan berpidato.
e. Dalam pengoprasiannya relatif sangat mudah.

Keterbatasan media audio Arsyad( 2003 : 46 ) adalah :
a. Dalam suatu rekaman sulit menemukan lokasi suatu pesan atau informasi, jika pesan atau informasi tersebut berada di tengah – tengah pita, maka akan memakan waktu yang lama untuk menemukannya, apalagi jika radio-tape tidak memiliki angka- angka penentuan putaran.
b. Kecepatan rekaman dan pengaturan trek yang bermacam – macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesin perekam yang berbeda.
Sedangkan menurut Rivai ( 2005 : 131 ) penggunaan media audio dalam dunia pengajaran memiliki Kekurangan antara lain :
a) Memerlukan suatu pemusatan pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu, sehingga pengertinnya harus didapat dengan cara belajar yang khusus.
b) Media audio yang menampilkan simbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal-hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.
c) Karena abstrak, tingkatan pengertinnya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan pembendaharaan kata–kata atau bahasa, serta susunan kalimat.
d) media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berpikir abstrak.
e) penampilan melalui ungkapaqn perasaan atau symbol analog lainnya dalm bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada si penerima. Bila tidak bisa terjadi ketidak mengertian dan bahkan kesalah pahaman.

4. Cara penggunaan media audio
Dalam pembuatan atau penggunaan media ada beberapa peralatan pokok yang harus diperhatikan diantaranya : mikrofon, alat perekam (recorder ), alat pemutar hasil rekaman ( player), alat penyampur sumber suara (mixer) dan beberapa fasilitas lainnya yang diperlukan. Rivai ( 2005 : 152 ).
Langkah–langkah untuk mempersiapkan media audio Arsyad (2003:46 ) adalah :
a) Mempersiapkan diri
b) Mempersiapkan kesiapan siswa
c) Mendiskusikan membahas materi program audio.
d) Mendengarkan materi audio yang akan dibahas
Sedangkan menurut sudjana ( 2005 : 130 ) langkah – langkah yang harus dipersiapkan dalam menggunakan media audio meliputi tiga hal yaitu :
a. langkah persiapan meliputi : persiapan dalam merencanakan, memberikan pengarahan terhadap siswa mengenai ide – ide yang sulit, menentukan sasaran, periksa peralatan.
b. Langkah penyajian meliputi : menyajikan waktu yang tepat, mengatur situasi ruangan, berikan motivasi untuk siswa
c. Tindak lanjut.
Teknik penggunaan rekaman menurut Hamalik ( 1994 : 103 ) antara lain :
a) Kelas harus dibawa kearah belajar mendengarkan rekaman secara aktif
b) Guru hendaknya mengenal dan memahami rekaman tersebut
c) Menguasai penggunaan rekaman dan cakap mempergunakan rekaman dalam belajar
d) Kegiatan lanjutan
 Teknik dalam perekaman radio pendidikan sudjana ( 2005: 139 ), mengusulkan hal – hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. pilih subjek atau tema yang menarik dan mengundang perhatian mereka.
b. Tentukan garis- garis besar cerita atau membuat synopsis.
c. Tentukan pemain, pelaku, penangungjawab dan sebagainya.
d. Adakan latihan diluar studio untuk melatih penjiwaan mereka.
e. Pilih sound effect yang sesuai, kemudian coba rekam dan adakan revisi.

5. Evalusi penilaian hasil dari media audio
Untuk mengukur atau mengevaluasi sejauh mana perkembangan kemampuan siswa mendengar, memahami, dan menghargai materi audio antara lain :
1. Dengan memberikan tugas untuk mendengar rekaman kuliah atau pidato, siswa disuruh mengajukan pertanyaan atas apa yang didengarnya
2. Untuk mendengarkan sebuah drama yang belum dikenal siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi berbagai unsur seperti pembicara, waktu, peristiwa dan gasan – gagasan
3. Untuk drama atau pidato kuliah, mintalah siswa secara kritis untuk mengevaluasi gagasan, pengucapan bicara, ekspresi dan aspek lainnya.
4. Dengarkan sebuah cerita atau masalah dan hentikan cerita sebelum berakhir, kemudian minta siswa untuk mengungkapkan akhir bagaimana akhir dari cerita atau masalah tersebut menurut versi mereka sendiri











BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil laporan penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. SMA Nugraha merupakan sekolah swasta yang baru mendapatkan akreditasi “B” dari BAN, oleh karena itu dalam pengembangan medianya masih sangat sederhana dalam masa peningkatan.
2. SMA nugraha memiliki fasilitas yang sangat sederhana sekali mulai dari alat – alat untuk laboratorium yang digunakan oleh anak – anak IPA meskipun terbatas karena tidak memiliki ruangan khusus laboratorium. Sedangkan untuk pengembangan komputer sudah memiliki ruangan sendiri.
3. Untuk pengembangan media pengajaran agama masih menggunakan media dan metode yang biasa digunakan akan tetapi untuk tahun depan pelajaran agama ini akan dilakukan peningkatan dengan menerjunkan langsung siswa untuk materi - materi tertentu.
4. Untuk pengembangan media selanjutnya SMA nugraha ini berusaha terus untuk meningkatkan pendidikannya mulai dari para guru dalam memberikan pelajarannya dan smua staff yang berada disekolah ini.
Sedangkan untuk kesimpulan dari mata kuliah media pembelajaran yaitu :
1. Media adalah Segala sesuatu yang digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian perhatian siswa sehingga mendorong proses belajar mengajar.
2. Jenis Media yaitu : Interaksi Insani, Realita
1. Pictoria
2. Simbol Tertulis
3. Rekaman yang digunakan
Kriteria pemilihan media Tujuan Sesuai kemampuan seorang guru Sesuai kematangan peserta didik
a. Efektifitas dan efisiensinya sesuai dengan situasi dan kondisi peranan Media
a. Menjelaskan penhyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra
- Masyarakat adalah tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan
Masyarakat berfungsi sebagai penerus budaya dari generasi kegenerasi secara dinamis sesuai situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat, melalui pendidikan dan interaksi sosial.
- Grafik adalah keterpaduan yang lebih menarik dari sejumlah tabulasi data data yang tersusun dengan baik. Untuk memperhatikan perbandingan, informasi, kualitatif dengan cepat serta sederhana.
- Chart / Bagan fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya di sampaikan secara tertulis atau lisan secara visual
- Diagram Suatu gambar sederhana yang mengunakan garis garis dan symbol- symbol, diagram mengabarkan struktur dari objek secara garis besar.
- Kartun adalah penggabaran dalam bentuk lukisan dan karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didisain untuk mempengaruhi opuini masyarakat.
- Still Picture ( gambar diam ) adalah Gambaran di peroleh dari berbagai sumber, surat-surat kabar, majalah-majalah, brosur-brosur, dan buku-buku ,gambar, lukisan kartun, ilustrasi, foto membantu mendorong para siswa dan dapat membangkit kan semangatnya pada pelajaran, membantu mereka dalam mengebangkan kemampuan berbahasa, kegiatan seni, dan pernyataan kreatif dan bercerita
- Media audio adalah banyak media untuk menyampaikan pesan yang akan di sampaikan dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik verbal ( kedalam kata-kata atau bahasa lisan ) maupun verbal.
Fungsi media audio
• untuk melewati segala kegiatan perkembangan keterampilan terutama yang berhubungan dengan aspek – aspek keterampilan pendengaran. Film Merupakan gambar dalam frame demi frame di proyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehinga pada layer terlihat gambar itu hidup. Video sebagai media audio visual yang menampilkan gerak.
8. Televisi
Telivisi pendidikan adalah penggunaan progam video yang di rencanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Komputer adalah suatu alat yang dapat menerima informasi, melaksanakan produser pemerosesan terhadap informasi tersebut, pada dasarnya alat komputer punya tiga fungsi pokok, yakni fungsi penerimaan informasi, fungsi pemprosesan informasi dan fungsi menghasilkan informasi baru.





Judul Skripsi Biologi Murni

1. Karakterisasi Kromosom Kacang Merah Kultivar Garut (phaseolus Vulgaris L.cv.garut).
2. Pengaruh Pengkayaan Taurine Dalam Suplemen Nutrien Rotifera (brachionus Plicatilis) Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Larva Kerapu Macan (epinophelus Fuscoguttatus Forsskall).
3. Pengaruh Ekstrak-etanol Daun Mindi Melia Azedarach L. Terhadap Daya Tetas Telur, Perkembangan Dan Mortalitas Larva Aedes Albopictus.
4. Pengaruh Trichoderma Viride Nrrl 3653 Dan Fungisida Benlate Terhadap Fusarium Moniliforme Frr 4102.
5. Pengaruh Cahaya Matahari Pagi, Siang, Dan Sore Terhadap Pertumbuhan Sawi Hijau (brassica Juncea L.).
7. Peranan Bacillus Sp. Dan Aspergillus Sp. Sebagai Inokulum Dalam Pemisahan Minyak Kelapa.
8. Pengaruh Metopren Terhadap Daya Tetas Telur Dan Perkembangan Larva Aedes Aegypti Dan Aedes Albopictus.
9. Pengaruh Ekstrak Etanol Patikan Kebo (euphorbia Hirta L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus Atcc 25923 Dan Shigella Dysentriae.
10. Pakan Alami Bagi Kelelawar Buah Cynopterus Horsfieldi (gray, 1843) Di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Jogjakarta.
11. Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Pacing (costus Speciosus J.sm.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Hiperglikemia
12. Pengaruh Ekstrak Etanol Biji Mindi (melia Azedarach L.) Terhadap Daya Tetas Telur, Perkembangan Dan Mortalitas Larva Aedes Albopictus
13. Struktur Dan Komposisi Vegetasi Bawah Pada Area Bekas Perkebunan Pisang Cavendish Di Pulau Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah
14. Pengaruh Dekstrak Sargassum Sp. Per Oral Terhadap Struktur Mikroanatomi Duodenum Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Yang Diakumulasi Pb-asetat
15. Biodegradasi Minyak Solar Sebagai Polutan Lingkungan Oleh Bakteri Tanah
16. Karekterisasi Isolat Bakteri Pendegradasi Minyak Solar Dari Endapan (sludge) Minyak Solar
17. Perkembangan Perilaku Harian Elang Bondol Haliastur Indus (boddaert, 1783) Pada Masa Sebelum Dilepasliarkan Di Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta
18. Kemelimpahan Larva Chironomus Sp. Di Sungai Code Dan Gajahwong Yogyakarta
19. Pengaruh Profenos, Chlorpyriphos Dan Metidation Terhadap Perkecambahan Biji Cabai (capsicum Frutescens L.) Dan Biji Tomat (lycopersicum Esculentum L.)
20. Pengaruh Darah Dan Empedu Ular Kobra (naja Naja Sputatrix W.) Terhadap Kadar Kolesterol Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Jantan Hiperglikemia
21. Pengaruh Empedu Dan Darah Ular Kobra (naja Naja Sputatrix W.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Jantan Hiperglikemia
22. Pengaruh Masukan Air Buangan P3tm-batan, Yogyakarta Terhadap Kemelimpahan Fitoplankton Dan Zooplanton Pada Selokan Irigasi Umum Disekitarnya
23. Degradasi Minyak Solar Oleh Bakteri Tanah Penghasil Biosurfaktan
24. Perilaku Elang Laut Perut Putih (haliaeetus Leucogaster, J.m.gmelin,1788) Di Pusat Penyelamat Satwa Jojakarta (ppsj)
25. Pengaruh pemberian ppk dsr saprodap/ppk dsr ppk kandang dgn ppk lanjutan NPK(16-16-16)/kombinasi ZA-KCL thdp pertumb.jml bulbus & kadar minyak atsiri bawang merah (Allium cepa)cv.Titon Bantul
26. Profil hutan pasca kebakaran di lereng selatan Gunung Merapi, Yogyakarta
27. Pengaruh pupuuk ZA terhadap pertumbuhan tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.)Nees) pada tanah latosol hitam, latosol merah dan tanah regosol dari Kabupaten Kulon Progo, DIY
28. Hubungan kekrabatan Phalaenopsis hibrida thdp P.amboinensis J.J.Smith, P.violacea Witte, & P. amabilis (L.) berdasarkan pendekatan sifat morfologi
29. Hubungan kekrabatan bambu belo terhadap marga Bambusa, Gigantochloa dan Dendrocalamus berdasarkan sifat morfologi organ vegetatif
30. Kadar kolesterol dan trigliserida darah tikus putih (Rattus novergicus L.) hiperglikemia dengan perlakuan darah ular kobra (Naja naja spultatrix W.)
31. Penurunan toksisitas limbah cair penyamakan kulit menggunakan zeolit dengan bioindikator Cyprinus carpio L.
32. Karakter bakteri air yang toleran terhadap minyak solar pada medium cair yang mengandung minyak solar
33. Pengaruh pemberian infusa daun tempuh wiyung (Emilia sonchifolia DC.) secara oral terhadap kadar asam urat serum darah ayam crossing jantan hiperurikemia
34. Senyawa bioaktif ekstrak kloroform dan ekstrak metanol spons Pseudoaxinella sp. dan Tetilla sp. serta pengaruhnya terhadap Vibrio harveyi
35. Penghambatan aktivitas urease dan nitrifikasi dalam tanah oleh DMA-6 (N,N-dimethyl ammonium-za-Dichlorophenyl acetate)
36. Karakterisasi kromosom cabai merah besar kultivar Arimbi-513 (Capsicum annum L. cv. Arimbi-513
37. Kadar asam urat darah tikus putih (Rattus novergicus L.) hiperlipidemia yang diperlakukan dengan jus buah pisang kepok (Musa paradisiaca L.cv.Kepok Kuning)
38. Pengaruh sitokinin dan auksin pada periode panjang dalam kultur ujung batang tanaman anggrek bulan Phalaenopsis amabilis (L.) BI. secara in vitro
39. Mikropropagasi temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) menggunakan mata tunas dan daun dengan kombinasi NAA (Naphtalene acetic acid) dan*kinetin
40. Cacing endoparasit pada ikan kerapu (Epinephelus diacanthus) di perairan Makasar dan Surabaya
41. Pengaruh kombinasi NAA (Naphtalene acetic acid) dan BAP (6-Benzylaminopurine) pada mikropropagasi tanaman temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb)
42. Pendekatan genetika molekuler pertumbuhan tanaman anggrek intergenerik Dendrobium fimbriatum Hooker X Phalaenopsis amabilis (L.) BI.
43. Kerentanan larva nyamuk Aedes aegypti L.dari kecamatan Kraton kota Yogyakarta terhadap temefos
44. Hubungan kekrabatan 3 jenis anggrek alam Indonesia Phal.amabilis (L)BI.Phal.amboinensis J.J.Sm. & Phal.violacea T et B. dengan pendekatan morfologis dan molekuler
45. Pemanfaatan abu terbang PLTU port site milik PT.Newmont NT sbg media tanam semai Leucaena glauca & Sesbenia grandiflora dengan penambahan kompos pupuk kandang
46. Ektoparasit dan Endoparasit pada ikan Duri (Cephalocassis Melanochir) dan ikan Belukang (Arius Sagor) yg dikonsumsi oleh penduduk Desa Kuala Enok Indragiri Hilir Riau
47. Efek profenos, klorpirifos dan metidation terhadap perkecambahan biji & pertumbuhan kecambah Amaranthus spinosus L.,Celosia argentea L. dan Mimosa pudica L.
48. Pengaruh Ekstrak etanol biji mindi (Melia azedarach L.) peroral terhadap struktur mikroanatomi ren mencit (Mus musculus L.) yang terinfeksi Plasmodium bergheii
49. Kerentanan larva Aedes aegypti L. dari Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta terhadap temefos
50. Laju penyerapan dan eliminasi krom (VI) pada lien ikan nila (Tilapia nilotica L.) yang terdedah kalium dikromat (K2Cr2O7)
51. Laju penyerapan dan eliminasi krom (VI) pada hepar ikan nila (Tilapia nilotica L.) yang terdedah kalium dikromat (K2Cr2O7)
52. Pengaruh infusa tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.)Nees.) thdp kadar glukosa darah & SGPT tikus putih (Rattus norvegicus L.) betina hiperglikemia
53. Struktur dan perkembangan Gametofit betina tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) akibat pengaruh limbah cair pabrik batik, Yogyakarta
54. Struktur dan perkembangan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) akibat pengaruh limbah cair pabrik batik, Yogyakarta
55. Laju penyerapan dan eliminasi krom (VI) dalam insang ikan nila Tilapia nilotica L.
56. Pengaruh pemaparan anti nyamuk elektrik MAT terhadap profil tikus putih (Rattus norvegicus L.)
57. Kajian hubungan kekrabatan fenetik jenis-jenis Solanum budidaya di Yogyakarta berdasarkan sifat morfologi dan senyawa alkaloid daun
58. Pengaruh pemberian dekstrak Sargassum sp. per oral terhadap struktur mikroanatomi ovarium tikus (Rattus norvegicus L.) yang terdedah timbal (Pb)
59. Keanekaragamanjenis burung di Pulau Nusakambangan bagian barat, Cilacap, Jawa Tengah
60. Pengaruh asap racun nyamuk bahan aktif Transflutrin dan D-Alletrin terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan struktur mikroanatomi jantung mencit (Mus musculus L.)
61. Populasi kera ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821) di hutan hujan tropis dataran rendah Pulau Nusakambangan Kab. Cilacap Jawa Tengah
62. Populasi lutung budeng (Trachypithecus auratus Geoffroy Saint Hillaire, 1812) di hutan hujan tropis dataran rendah Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah
63. Potensi bakteri gram negatif dalam perombakan minyak solar pencemar air sumur
64. Bioaktivitas fraksi ekstrak metanol tanaman tetabar (Costus speciosus (Koen) J.E.Smith.) asal Kalimantan terhadap larva Artemia salina Leach
65. Nematoda parasit pada akar dan tanah sekitar tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di Desa Plaosan-Magetan, Jawa Timur
66. Peran cacing tanah Lumbricus rubellus Hoff sebagai agen bioremediator tanah tercemar logam berat Cd.
67. Peran bakteri fakultatif anaerob dalam degredasi minyak solar pencemar air sumur
68. Pengurangan konsentrasi uranil nitrat oleh bakteri resisten uranium
69. Bakteri pengikat stronsium pada limbah radioaktif cair aktivitas rendah
70. Bioaktivitas dan golongan senyawa dalam fraksi ekstrak kloroform Sampuk Puar (Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f & Thomson) asal Kalimantan
71. Distribusi dan kemelimpahan zooplankton di ekosistem hutan bakau Segara Anakan Cilacap
72. Pengaruh immunostimulan terhadap enzim Prophenoloxidase, dan perkembangan larva udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man)
73. Sebaran serangga koksineal Dactylopius coccus Costa (Dactylopiidae, Homoptera) dan daya rusaknya pada Kaktus Sendok Nasi Opuntia engelmannii di Loh Buaya, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur
74. Pengaruh penambahan Azolla spp pada pakan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus Trewavas) di media air laut
75. Pengaruh ekstrak atanol biji mindi (Melia azedarach L.) per oral terhadap struktur mikroanatomi hepar mencit (Mus musculus L.) jantan yang terinfeksi Plasmodium bergheii
76. Pengaruh infusa daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr.) terhadap kadar glukosa darah dan struktur mikroanatomi pankreas tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan hiperglikemia
77. Pengaruh infusa buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff).Boerl.) masak segar dan kering terhadap kadar kolesterol total,kadar trigliserida dan struktur makroanatomi hepar tikus (Rattus norvegic)
78. Keanekaragaman dan distribusi spasial ikan anggota familia Chaetodontidae di perairan teluk Lempuyang, Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
79. Pengaruh kitosan udang putih tehadap kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL) serum darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) hiperlipidemia
80. Desain sistem kontrol ruang pertumbuhan ulat sutera (Bombyx mori L.) untuk meningkatkan kualitas produksi sutera alam : pengukuran pertumbuhan larva dan kualitas kokon
81. Struktur hepar dan timbunan glikogen dalam hepatosit tikus putih ( Rattus norvegicus L.) jantan hiperglikemia setelah pemberian darah ular kobra (Naja naja sputatrix W.)
82. Pengaruh herbisida oxyfluorfen terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea. L.)
83. Kajian efektivitas alumunium sulfat dan klorin dalam meningkatkan kualitas air produksi pada sistem pengolahan air bersih
84. Kinetika pertumbuhan dan respon isolat bakteri filamen terhadap koagulan fero sulfat
85. Bakteri lipolitik perombak minyak solar pencemar air sumur
86. Karakterisasi kromosom bawang putih kultivar Sangga (Alliium sativum L.cv. Sangga)
87. Habitat bersarang dan aktivitas harian biawak komodo (Varanus komodoensis Ouwens, 1912) di Loh Liang, Pulau Komodo
88. Keragaman spesies Araceae di Lereng Selatan Gunung Merapi dan hubungan kekerabatan fenetiknya
89. Habitat bersarang Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae, Eschscholtz 1829) di Pantai Ngagelan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur
90. Pengaruh logam berat Cadmium (Cd) terhadap biomassa dan kemampu`n reproduksi Cacing Tanah (Lumbricus rubellus Hoff.)
91. Pengaruh ekstrak daun dan akar Alang-Alang (Imperata cylindrica (L)Beauv.) thdp perkecambahan biji dan pertumbuhan kecambah Sawi (Brassica juncea (L.) Zern.cv.caisim)dan bayam cabut (Amaranthus t. L.)
92. Studi ekologi vegetasi pada perladangan hutan tradisional (Pumonean) masyarakat Mentawai di pulau Siberut, Sumatera Barat.
93. Peran bakteri lipolitik dalam degredasi minyak solar pencemar air sumur di Jlagran, Jogjakarta
94. Hubungan kekerabatan Bambu Belo terhadap marga Bambusa, Dendrocalamus, dan Gigantochloa berdasarkan sifat anatomi buluh bambu
95. Habitat bersarang Gelatik Jawa (Padda oryzivora (Linnaeus), 1758) di Gunung Kidul, DIY.
96. Ekstrak Tettila sp. sebagai agensia antibakteri terhadap Vibrio harveyi
97. Kerentanan nyamuk Aedes aegypti L. dari Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta terhadap senyawa organofosfat temefos dan malathion
98. Populasi Gelatik Jawa (Padda oryzivara L.) dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaannya di kawasan Karst Gunung Kidul
99. Habitat bersarang Burung Gosong Kaki Merah (Megapodius reinwardt reinwardt Dumont, 1823) dan keterkaitannya dengan Biawak Komodo (Varanus komodoensis Ouwen, 1912) di Loh Liang, Pulau Komodo, Nusa Tenggara
100. Pengaruh pupuk kotoran kelinci, kompos cacing, atau NPK (15:15:15) terhadap pertumbuhan selada (Lactuca sativa L.)
101. Seleksi Jamur Tanah yang berpotensi sebagai pengendali hayati terhadap Rhizoctonia solani Kuhn. penyebab busuk akar tanaman cabai (Capsicum frutescent L.)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar