Jumat, 24 Februari 2012

Virus

MATERI VIRUS

Virus merupakan parasit sejati, tidak memiliki “mesin” biosintetik sendiri. Tubuhnya hanyaterdiri dari selubung protein dan isi yang terdiri dari DNA saja atau RNA saja. Ketika virusdikristalkan, virus mirip benda tak hidup. Namun, jika dimasukkan ke dalam lingkungan yangcocok, virus akan hidup kembali. Sebagai parasit sejati, virus menginfeksi tumbuhan, hewan, danmanusia. Penyakit AIDS, cacar, polio, hepatitis, herpes merupakan contoh penyakit yangdisebabkan oleh virus yang menyerang manusia.Berikut adalah daftar materi yang tersedia di dalam blog ini.

Sejarah Penemuan Virus
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yangmenghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprotdengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanamantersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecildari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yangsudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowskylalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksinyang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelahMartinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudahdisaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.[1] Patogen mosaik tembakaudisimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitusejenis cairan hidup pembawa penyakit.Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulutdan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, merekamenyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dariAmerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenalsebagai virus mosaik tembakau.Virus ini juga merupakan virus yang pertama kalidivisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A.Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.
Ciri-Ciri Virus
Virus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:1. Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ -300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)4. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan"kepala" oval dan "ekor" silindris.5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.6. virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid7. Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri,hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.8. Virus tidak dapat membelah diri.9. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.Materi:Virus Created By Kelompok 2 (A 2007) at6:16:00 AM 2 comment

Struktur Virus
Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihatdengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Karena itu pula, virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri.Partikel virus mengandung DNA atau RNA yang dapat berbentuk untai tunggal atau ganda.Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhankebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal. Bahan genetik tersebut diselubungi lapisan protein yang disebut kapsid. Kapsid bisa berbentuk bulat (sferik) atau heliks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus.Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikatlangsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsidterhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer.Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak,nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoproteinyang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsidalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatandengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetriikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukandengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angkaT=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsungterlibat dalam penginfeksian sel.Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkankomponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.

Jenis-Jenis Struktur Virus
• Virus Berselubung

• Virus Telanjang dan Virus Kompkeks


Perbandingan Ukuran Virus dan Bentuk Virus

Reproduksi Virus

Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh karena itu, virusmenginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. Cara reproduksi virusdisebut proliferasi atau replikasi.Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukanreproduksi, sedangkan pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau berkembangbiak virus pun ikut membelah.Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip denganyang berlangsung pada bakteriofage, yaitu melalui fase adsorpsi, sintesis, dan lisis.
a. Infeksi secara litik/daur litik
Daur litik melalui fase-fase berikut ini:
1. Fase adsorpsi dan infeksi
Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari dinding sel bakteri,daerah itu disebut daerah reseptor (receptor site : receptor spot). Daerah ini khas bagi fagtertentu, dan fag jenis lain tak dapat melekat di tempat tersebut. Virus penyerang bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk metabolisme, tetapi rnemiliki enzim lisozim yang berfungsimerusak atau melubangi dinding sel bakteri.Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk kedalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
2. Fase Replikasi (fase sintesis)
DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan DNA bakteri sebagai bahan,serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virusyang lengkap dengan selubungnya.
3. Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga keluarlah fag yang baru.Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukanwaktu sekitar 20 menit.

b. Infeksi secara lisogenik/daur lisogenik
Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini:
1. Fase adsorpsi dan infeksi
Fag menempel pada tempat yang spesifik. Virus melakukan penetrasi pada bakteri kemudianmengeluarkan DNAnya ke dalam tubuh bakteri.
2. Fase penggabungan
DNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag. Dalam bentuk profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif, tetapi sedikitnya acla satu gen yang selalu aktif. Genaktif berfungsi untuk mengkode protein reseptor yang berfungsi menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif.
3. Fase pembelahan
Bila bakteri membelah diri, profag ikut membelah sehingga dua sel anakan bakteri jugamengandung profag di dalam selnya. Hal ini akan berlangsung terus-menerus selama sel bakteriyang mengandung profag membelah. Jadi jelaslah bahwa pada virus tidak terjadi pembelahansel, tetapi terjadi penyusunan bahan virus (fag) baru yang berasal dari bahan yang telah adadalam sel bakteri yang diserang.

Beberapa perbedaan daur litik dan lisogenik:
Siklus/daur litik
• Waktu relatif singkat• Menonaktifkan bakteri• Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
Siklus/daur lisogenik
• Waktu relatif lama, Mengkombinasi materi genetic bakteri dengn virus, Terikat pada kromosom bakteri

Peranan Virus dalam Kehidupan
Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen,gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh)disebut vaksin. Contohnya pembuatan vaksin polio, rabies, hepatitis B, influenza, cacar, danvaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk cacar gondong, dan campak.
Pada umumnya virus bersifat rnerugikan. Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadapvirus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus dapatmenginfeksi tumbuhan, hewan, dan manusia sehingga menimbulkan penyakit.

a. Penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus
1.Mosaik, penyakit yang menyebabkan bercak kuning pada daun tumbuhan sepertitembakau, kacang kedelai, tomat kentang dan beberapa jenis labu. Penyakit inidisebabkan oleh Tobacco mozaic Virus (TMV). Mentimun (Cucumber mozaic), buncis(Bean cane mozaic dan Bean mozaic), gandum (Wheat mozaic), tebu (Sugar canemozaic). Virus TMV pada tanaman ditularkan secara mekanis atau melalui benih. Virusini belum diketahui dapat ditularkan melalui vektor (serangga penular). Virus dapat bertahan dan bersifat infektif selama beberapa tahun. Virus bersifat sangat stabil danmudah ditularkan dari benih ke pembibitan pada saat pengelolaan tanaman secaramekanis misalnya pada saat pemindahan bibit ke pertanaman. Gejala Serangan dauntanaman yang terserang menjadi berwarna belang hijau muda sampai hijau tua. Ukurandaun relatif lebih kecil dibandingkan dengan ukuran daun normal. Jika menyerangtanaman muda, pertumbuhan tanaman terhambat dan akhirnya kerdil.
2.Yellows, penyakit yang menyerang tumbuhan aster.
3. Daun menggulung, terjadi pada tembakau, kapas, dan lobak yang diserang virus TYMV.
4.Penyakit tungro (virus Tungro) pada tanaman padi. Tungro adalah penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif dan menyebabkan tanamantumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan. Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang berwarna kuning sampai kuning-oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau pucat sampai putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua. Daun menguning berkurang bila daun yang lebih tua terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotettixmalayanus dan N.virescens adalah serangga yang menyebarkan (vektor) virus tungro.
5.Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk (virus citrus vein phloem degeneration(CVPD). Virus ini dengan begitu cepat menyebar ditularkan serangga vektor Diaphorina Citri Kuwayana (Homoptera psyllidae) atau masyarakat umum menyebutnya kutu loncatatau kutu putih.

b. Penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus
1. Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas, terutama ayam.Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV). Ayam yang terjangkit penyakit iniharus dimusnahkan karena dapat bertindak sebagai sumber pencemaran dan penular.diikuti oleh gangguan syaraf serta diare.
2. Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang ternak sapi dan kerbau. penyakit kuku dan mulut merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yangmudah menyerang hewan ternak berkuku belah diantaranya sapi, kerbau, domba,kambing, dan babi. Penyebaran penyakit itu dapat disebabkan oleh beberapa haldiantaranya virus yang terbawa oleh angin, persinggungan badan dengan hewan ternak yang sudah terinveksi, bercampurnya hewan ternak dalam angkutan truk, serta pakanternak yang mengandung virus. Penyakit kuku dan mulut mengakibatkan sariawan yang mengganggu kuku dan mulut sehingga ternak tidak nafsu makan selama hampir duaminggu, hingga berangsur kurus dan akhirnya mati.
3. Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV).
4. Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing, dan monyet.Penyebabnya adalah Rhabdovirus. Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu penyakitmenular yang akut, menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenisRhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia.Penyakit ini sangat ditakuti dan mengganggu ketentraman hidup manusia, karena apabilasekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka biasanya diakhiri dengan kematian.
5. Polyoma, penyebab tumor pada hewan.
6. Adenovirus, penyebab tumor pada hewan tertentu.
c. Penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus

1.lnfluenza

Penyebab influenza adalah virus orthomyxovirus yang berbentuk seperti bola. Virusinfluenza ditularkan lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat pernapasan.Virus influenza pada umumnya menyerang hanya pada sistem pernapasan. Terdapat tigatipe serologi virus influenza, yaitu tipe A, B, dan C. Tipe A dapat menginfeksi manusiadan hewan, sedangkan B dan C hanya menginfeksi manusia. Gejala influenza adalahdemam, sakit kepala, pegal linu otot, dan kehilangan nafsu makan, Orang yang terseranginfluenza biasanya akan sembuh dalam 3 sampai 7 hari.Penanggulangan virus ini telah diusahakan oleh beberapa ahli dengan pembuatanvaksin. pendekatan terbaru adalah dengan pemakaian mutan virus hidup vang dilemahkanuntuk mendorong agar respon kekebalan tubuh meningkat.Pencegahan terhadap penyakit influenza adalah dengan menjaga daya tahan tubuhdan menghindari kontak dengan penderita influenza.
2.Campak
Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus yang tidak rnengandung enzimneurominidase.Gejala campak adalah demam tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruhtubuh.Di awal masa inkubasi, virus berlipat ganda di saluran pernapasan atas. Di akhir masainkubasi, virus menuju darah dan beredar keseluruh bagian tubuh, terutama kulit.
3.Cacar air
Cacar air disebabkan oleh virus Herpesvirus varicellae. Virus ini mempunvai DNAganda dan menyerang sel diploid manusia.
4.Hepatitis
Hepatitis (pembengkakan hati) disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 3 macam virus hepatitis yaitu hepatitis A, B, dau C (non-A,non-B). Gejalanya adalah demam, dan mual.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar