Jumat, 24 Februari 2012

Reproduksi Jamur

Reproduksi Jamur

Perkembangbiakan jamur dapat berlangsung secara vegetatif yaitu dengan fragmentasi dan spora.
- Perkembangbiakan dengan fragmentasi adalah pemotongan bagian-bagian hifa.Tiap-tiap potongan akan tumbuh menjadi hifa baru.
- Pembentukan Tunas/kuncup.
- Perkembangbiakan dengan spora yaitu spora yang dihasilkan melalui pembelahan mitosis akan tumbuh menjadi sporangiospora.

Macam-macam perkembangbiakan generative pada jamur:
- Isogami, yaitu peleburan 2 gamet yang sama bentuknya
- Anisogami, yaitu peleburan 2 gamet yang sama bentuknya tetapi beda ukuran
- Heterogami, yaitu peleburan 2 gamet yang berbeda bentuk dan ukurannya
- Somatogami, yaitu peleburan sel hifa yang tidak berdeferensiasi
- Gametangiogami, yaitu peleburan isi dua gametagium yang berbeda jenisnya dan menghasilkan zigospora
- Spermatisasi, yaitu peleburan antara spermatium dan gametangium betina membentuk hifa baru dan akan dihasilkan askospora

1. Kelas Zygomycota















Proses reproduksi seksual pada Zygomycota dimulai dengan bertemunya hifa + dan hifa -. Kedua hifa tersebut akan membentuk gametangia yang didalamnya mengandung banyak inti. Gametangia akan terpisah dari hifa melalui pembentukan septa. Sel gametangia akan melebur melalui plasmogami yang menyebabkan bersatunya plasma kedua gametangia. Peristiwa ini diikuti dengan peleburan inti-inti haploid yang bersesuaian (kariogami) sehingga terbentuk zigot berinti dipoid. Zigot akan membentuk zigospora di dalam suatu kantung yang disebut zigosporangium. Kantung tersebut dapat berisi zigospora lebih dari satu. Meiosis terjadi saat zigospora membentuk kecambah.

2. Kelas Ascomycota











Reproduksi seksual dicirikan melalui pembentukan kantung askus yang berisi askospora dan terdapat di dalam tubuh buah askokarp. Sel vegetatif atau hifa jamur ini bersifat heterokariot atau homokariot. Sel atau hifa yang bersesuaian, ascogonium dan anteridium akan bertemu dan melebur sehingga membentuk kantung askus berisi zigot. Zigot mengalami meiosis dan diikuti dengan mitosis sehingga terbentuk 8 askospora atau kelipatannya


3. Kelas Basidiom cota












Reproduksi seksual dimulai dengan bertemunya 2 hifa homokariot yang bersesuaian melebur membentuk sel dikariotik. Sel dikariotik tersebut akan berkembang membentuk miselium sekunder yang memiliki inti heterokariot. Miselium sekunder berkembang membentuk tubuh buah (basidiokarp) sel berinti dikariot membelah secara mitosis sehingga membentuk basidium. Pada saatnya nanti, inti dikariotik akan melebur membentuk zigot berbentuk diploid. Selanjutnya inti diploid mengalami proses meosis menjadi haploid yang terdapat dalam basidiospora
Budidaya jamur merupakan salah satu budidaya yang tidak mengenal musim dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Jenis-jenis jamur yang umum dibudidayakan ialah jamur merang, jamur tiram, jamur kuping, jamur payung dan jamur kancing









Beberapa contoh jamur yang menguntungkan antara lain:
1. Rhizopus orizae: Pembuatan Tempe
2. Mucor sp. : Pembuatan Roti (Kapang Roti)
3. Saccharomyces sp. : Pembuatan Roti
4. Penicillium sp. : Antibiotik
5. Aspergilus wentii: Pembuatan Kecap
Beberapa contoh jamur yang merugikan antara lain:
1. Candida sp. : Infeksi Kulit Dan Saluran Pemafasan
2. Pucinia graminis:*Menyebabkan Infeksi Pada Biji-Bijian
3. Fusarium sp. : Menyebabkan Daun Mengulung Pada Kentang Dan Tomat
4. Aspergillus flavus: Menimbulkan Penyakit yang menyerang paru-paru





Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban singkat dan jelas!
1. Meskipun jamur tidak dapat berfotosintesis (membuat makanan sendiri), tetapi jamur mampu tumbuh dan berkembangbiak. Bagaimana cara jamur memenuhi kebutuhan nutrisinya?
2. Apa sajakah manfaat dari jamur? Jelaskan!
3. Lichenes adalah simbiosis antara jamur dengan ganggang.
a. Sebutkan jenis jamur dan ganggangnya!
b. Simbiosis apa yang terjadi di antara keduanya?
4. Mengapa jamur Deuteromycotina disebut juga jamur imperfekti?
5. Jelaskan berbagai macam perkembangbiakan generative pada jamur!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar