Minggu, 19 Februari 2012

UTS Semester 7

Nama : Agus Setiawan
Matkul : Kewirausahaan
Nim : 0808830031
Dosen : Supriyanto, SE, MM.
FKIP Biologi 7

1. Devinisi kewirausahaan :
• Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
• Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth). (Soeharto Prawiro, 1997).
• Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
2. Karakteristik sangat mempengaruhi kesuksesan seorang wirausaha :
a. Percaya diri yang tinggi.
Seorang pengusaha mutlak memiliki sifat tersebut, pengusaha harus percaya bahwa produk usahanya akan berjalan dengan sesuai harapan “asal berusaha pasti ada jalan”. Tidak boleh patah semangatbdalam memulai usaha. Keyakinan, kemandirian, individualitas, dan optimisme. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. Yakni tercermin dari sifat mandiri alias tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang kokoh serta selalu yakin dan optimis
b. Berorientasi tugas dan hasil.
Seorang pengusaha harus tekun dalam menjalani usahanya. Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. tercermin dalam padangan dan bertindak terhadap peluang, orientasi efisiensi, mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana, dan mengutamakan monitoring. Tampak pada pribadi yang haus akan prestasi, selalu tekun dan tabah, energik serta penuh inisiatif.Memiliki tekad, motivasinya kuat dan suka bekerja keras tidak kenal waktu. Karakter tersebut untuk meraih orientasi pada profit (hasil).
c. Berani mengambil risiko
Piawai dalam mengelola risiko bisnis. Harus siap menghadapi resiko apapun, meskipun resiko kegagalan ataupun resiko kehancuran dalam usaha dan bersikap suka pada tantangan
d. Memiliki semangat yang tinggi.
Pengusaha dalam menjalankan usahanya harus memiliki semangat juang yang tinggi dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai sukses.
e. Memiliki inisiatif
Memiliki inisiatif dalam menciptakan dan memasarkan produk usahanya agar laku dan disukai konsumen dari berbagai tingkat .
Kesimpulan dari 5 karakter diatas :
Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan artinya risiko yang di ambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung oleh komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai ada hasil. Hasil-hasil ini harus nyata/jelas dan objektif dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya. Dengan semangat optimis yang tingggi karena ada hasil yang diperoleh, maka uang selalu dikelolah secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya.
3. Faktor penyebab kegagalan wirausaha :
a. Mereka kekurangan pengalaman bidang manajemen usaha.
Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha. Kompetensi dalam manajerial sangat membantu keberhasilan perusahaan karena meletakan orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat bekerja karyawan akan mempermudah usaha dan strategi perusahaan untuk dilaksanakan.
b. Mereka merupakan manajer keuangan yang buruk.
Pengelolaan adminsitrasi dan keuangan yang apa adanya akan mempersulit majunya perusahaan. Pencatatan adminsitrasi dan keuangan secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi. Aktivitas yang telah dilalui seperti pembayaran utang-piutang, jumlah pesanan, jadwal kirim, proses produksi, dll akan tidak dapat terselelsaiak dengan baik. Penangana modal dan kreditdari bank atau swasta apabila tidak dicatat pengeluaran dan alokasi penggunaannya akan semakin memperburuk kondisi keuangan. Alangkah baiknya dalam melakukan aktivitas selalu berpedoman “Segala yang telah dikerjakan harus dicatat dan segala yang tercatat harus dapat dikerjakan dengan baik” sehingga perusahaan yang menggunakan prinsip tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.


c. Mudah mempercayai orang.
Dalam kegiatan wirausaha hendaknya jangan terlalu mudah mempercayai orang, walaupun teman kita sendiri. Terkadang dalam dunia usaha teman bisa berubah menjadi lawan. Misalnya, dalam suatu usaha kita melakukan suatu perjanjian dengan dengan seseorang, hendaknya perjanjian tersebut jangan hanya lewat mulut saja, tetapi harus disertai hitam diatas putih yang bermaterai. Jika kita hanya mengandalkan kepercayaan saja, tidak menutup kemungkinan orang tersebut bias saja membohongi dan mengancam keberhasilan usaha yang sedang kita jalankan.
d. Suka memperluas usaha secara berlebihan.
Ide untuk memperluas usaha memang sangat dianjurkan, tetapi harus melihat keadaan atau perkembangan usaha induknya. Apabila usaha induknya masih dalam tahap belum berkembang tetapi sudah melakukan perluasan usaha dengan membuka cabang-cabang usaha di mana-mana. Usaha induknya belum tentu berhasil sudah membuka cabang baru, hal ini adalah salah satu faktor penyebab kegagalan dalam berwira usaha.
4. Enterpreneur sukses adalah prestasi, prestasi merupakan rezeki, rezeki merupakan anugrah, anugrah adalah hal yang patut disyukuri.
Maksudnya :
Keberhasilan/kesuksesan seseoarang dapat dilihat/diukur dari prestasi yang telah didapatkan. Suatu prestasi diraih melalui kerja keras yang tinggi didukung dengan factor nasib. Dari kerja keras ini kita tidak hanya mendapatkan prestasi saja, melainkan melalui kerja keras kita juga akan mendapatkan rezeki. Adanya rezeki yang kita terima tergantung pada seberapa besarkah kita berusaha dan berdo’a. Jika rezeki yang kita terima merupakan anugrah dari Tuhan. Sebagai makhluk yang berkeTuhanan hendaknya nikmat dan anugrah yang diberikan Tuhan patut kita syukuri. Ada banyak cara untuk mensyukurinya misalnya, untuk mengembangkan/memperluas usaha agar dapat menyerap tenaga kerja yang banyak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
5. Prinsip “The Customer Is King” dalam berwirausaha.
Maksudnya :
Pembeli adalah orang penting dalam dunia usaha. Pembeli tidak tergantung pada kita, justru kita tergantung padanya. Pembeli bukan pengganggu terhadap pekerjaan kita, tetapi sebaliknya sebagai tujuan usaha. Pembeli berbuat kepada kita sebagai suatu hal yang menyenangkan, janganlah kita berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan. Pembeli adalah sebagian dari usaha dan kegiatan kita.
Pembeli bukanlah sebuah benda yang beku, melainkan seorang manusia berdarah daging dengan perasaan dan emosinya, seperti kita sendiri. Pembeli bukanlah lawan berdebat, tetapi kawan-kawan yang bersahabat. Pembeli seseorang yang membawa kebutuhan kepada kita dan merupakan pekerjaan kita untuk memenuhinya. Pembeli adalah orang yang harus dilayani dan dimengerti dengan penuh perhatian. Pembeli adalah orang yang memungkinkan membuat keuntungan bagi pendapatan kita. Pembeli adalah jiwa penghidupan bagi dunia usaha.
6. Perusahaan dituntut untuk bisa memberikan pelayanan prima baik kepada fihak intern (lingkungan kantor dan lembaga) dan ekstern (pelanggan dan calon pelanggan) :
Pelayanan prima sangat diharuskan dalam berwirausaha. Pelayanan prima bagi fihak intern dapat memuluskan/melancarkan usaha kita dalam bentuk pembuatan , pendistribusian dan pemasaran barang sampai usaha kita menjadi berkembang pesat. Adapun pelayanan prima bagi fihak eksternal dalam bentuk bagaimana seorang produsen menghasilkan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen, sehingga konsumen menyukai dan berminat untuk membeli dan mengambil barang dari produk kita. Fihak eksternal merupakan ladang laba bagi suatu perusahaan, dimana keuntungan diperoleh dari fihak eksternal yang membeli produk dari suatu perusahaan. Pelayanan prima merupakan langkah awal kesuksesan dari suatu usaha.
















Nama : Mida Himmatul Fuadah
Matkul : Kewirausahaan
Dosen : Supriyanto, SE, MM.
FKIP Bhs. Inggris 5

1. Devinisi kewirausahaan :
• Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
• Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth). (Soeharto Prawiro, 1997).
• Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
2. Karakteristik sangat mempengaruhi kesuksesan seorang wirausaha :
a. Percaya diri yang tinggi.
Seorang pengusaha mutlak memiliki sifat tersebut, pengusaha harus percaya bahwa produk usahanya akan berjalan dengan sesuai harapan “asal berusaha pasti ada jalan”. Tidak boleh patah semangatbdalam memulai usaha. Keyakinan, kemandirian, individualitas, dan optimisme. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. Yakni tercermin dari sifat mandiri alias tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang kokoh serta selalu yakin dan optimis
b. Berorientasi tugas dan hasil.
Seorang pengusaha harus tekun dalam menjalani usahanya. Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. tercermin dalam padangan dan bertindak terhadap peluang, orientasi efisiensi, mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana, dan mengutamakan monitoring. Tampak pada pribadi yang haus akan prestasi, selalu tekun dan tabah, energik serta penuh inisiatif.Memiliki tekad, motivasinya kuat dan suka bekerja keras tidak kenal waktu. Karakter tersebut untuk meraih orientasi pada profit (hasil).
c. Berani mengambil risiko
Piawai dalam mengelola risiko bisnis. Harus siap menghadapi resiko apapun, meskipun resiko kegagalan ataupun resiko kehancuran dalam usaha dan bersikap suka pada tantangan

d. Memiliki semangat yang tinggi.
Pengusaha dalam menjalankan usahanya harus memiliki semangat juang yang tinggi dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai sukses.
e. Memiliki inisiatif
Memiliki inisiatif dalam menciptakan dan memasarkan produk usahanya agar laku dan disukai konsumen dari berbagai tingkat .
Kesimpulan dari 5 karakter diatas :
Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan artinya risiko yang di ambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung oleh komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai ada hasil. Hasil-hasil ini harus nyata/jelas dan objektif dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya. Dengan semangat optimis yang tingggi karena ada hasil yang diperoleh, maka uang selalu dikelolah secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya.
3. Faktor penyebab kegagalan wirausaha :
a. Mereka kekurangan pengalaman bidang manajemen usaha.
Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha. Kompetensi dalam manajerial sangat membantu keberhasilan perusahaan karena meletakan orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat bekerja karyawan akan mempermudah usaha dan strategi perusahaan untuk dilaksanakan.
b. Mereka merupakan manajer keuangan yang buruk.
Pengelolaan adminsitrasi dan keuangan yang apa adanya akan mempersulit majunya perusahaan. Pencatatan adminsitrasi dan keuangan secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi. Aktivitas yang telah dilalui seperti pembayaran utang-piutang, jumlah pesanan, jadwal kirim, proses produksi, dll akan tidak dapat terselelsaiak dengan baik. Penangana modal dan kreditdari bank atau swasta apabila tidak dicatat pengeluaran dan alokasi penggunaannya akan semakin memperburuk kondisi keuangan. Alangkah baiknya dalam melakukan aktivitas selalu berpedoman “Segala yang telah dikerjakan harus dicatat dan segala yang tercatat harus dapat dikerjakan dengan baik” sehingga perusahaan yang menggunakan prinsip tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.


c. Mudah mempercayai orang.
Dalam kegiatan wirausaha hendaknya jangan terlalu mudah mempercayai orang, walaupun teman kita sendiri. Terkadang dalam dunia usaha teman bisa berubah menjadi lawan. Misalnya, dalam suatu usaha kita melakukan suatu perjanjian dengan dengan seseorang, hendaknya perjanjian tersebut jangan hanya lewat mulut saja, tetapi harus disertai hitam diatas putih yang bermaterai. Jika kita hanya mengandalkan kepercayaan saja, tidak menutup kemungkinan orang tersebut bias saja membohongi dan mengancam keberhasilan usaha yang sedang kita jalankan.
d. Suka memperluas usaha secara berlebihan.
Ide untuk memperluas usaha memang sangat dianjurkan, tetapi harus melihat keadaan atau perkembangan usaha induknya. Apabila usaha induknya masih dalam tahap belum berkembang tetapi sudah melakukan perluasan usaha dengan membuka cabang-cabang usaha di mana-mana. Usaha induknya belum tentu berhasil sudah membuka cabang baru, hal ini adalah salah satu faktor penyebab kegagalan dalam berwira usaha.$0D
4. Enterpreneur sukses adalah prestasi, prestasi merupakan rezeki, rezeki merupakan anugrah, anugrah adalah hal yang patut disyukuri.
Maksudnya :
Keberhasilan/kesuksesan seseoarang dapat dilihat/diukur dari prestasi yang telah didapatkan. Suatu prestasi diraih melalui kerja keras yang tinggi didukung dengan factor nasib. Dari kerja keras ini kita tidak hanya mendapatkan prestasi saja, melainkan melalui kerja keras kita juga akan mendapatkan rezeki. Adanya rezeki yang kita terima tergantung pada seberapa besarkah kita berusaha dan berdo’a. Jika rezeki yang kita terima merupakan anugrah dari Tuhan. Sebagai makhluk yang berkeTuhanan hendaknya nikmat dan anugrah yang diberikan Tuhan patut kita syukuri. Ada banyak cara untuk mensyukurinya misalnya, untuk mengembangkan/memperluas usaha agar dapat menyerap tenaga kerja yang banyak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
5. Prinsip “The Customer Is King” dalam berwirausaha.
Maksudnya :
Pembeli adalah orang penting dalam dunia usaha. Pembeli tidak tergantung pada kita, justru kita tergantung padanya. Pembeli bukan pengganggu terhadap pekerjaan kita, tetapi sebaliknya sebagai tujuan usaha. Pembeli berbuat kepada kita sebagai suatu hal yang menyenangkan, janganlah kita berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan. Pembeli adalah sebagian dari usaha dan kegiatan kita.
Pembeli bukanlah sebuah benda yang beku, melainkan seorang manusia berdarah daging dengan perasaan dan emosinya, seperti kita sendiri. Pembeli bukanlah lawan berdebat, tetapi kawan-kawan yang bersahabat. Pembeli seseorang yang membawa kebutuhan kepada kita dan merupakan pekerjaan kita untuk memenuhinya. Pembeli adalah orang yang harus dilayani dan dimengerti dengan penuh perhatian. Pembeli adalah orang yang memungkinkan membuat keuntungan bagi pendapatan kita. Pembeli adalah jiwa penghidupan bagi dunia usaha.
6. Perusahaan dituntut untuk bisa memberikan pelayanan prima baik kepada fihak intern (lingkungan kantor dan lembaga) dan ekstern (pelanggan dan calon pelanggan) :
Pelayanan prima sangat diharuskan dalam berwirausaha. Pelayanan prima bagi fihak intern dapat memuluskan/melancarkan usaha kita dalam bentuk pembuatan , pendistribusian dan pemasaran barang sampai usaha kita menjadi berkembang pesat. Adapun pelayanan prima bagi fihak eksternal dalam bentuk bagaimana seorang produsen menghasilkan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen, sehingga konsumen menyukai dan berminat untuk membeli dan mengambil barang dari produk kita. Fihak eksternal merupakan ladang laba bagi suatu perusahaan, dimana keuntungan diperoleh dari fihak eksternal yang membeli produk dari suatu perusahaan. Pelayanan prima merupakan langkah awal kesuksesan dari suatu usaha.



UJIAN AKHIR SEMESTER
Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum SMP
Fak/Jur : FKIP / Biologi
Semester : VII
Sifat : Close Book
Dosen : Mukhlis, M.Si




1. Jelaskan pengertian dari :
a. Standar nasional pendidikan.
b. Pendidikan formal.
c. Pendidikan nonformal.
d. Standar kompetensi lulusan.
e. Standar isi.
f. Standar proses.
g. Standar pendidik dan tenaga kependidikan.
h. Standar sarana dan prasarana.
i. Standar pengelolaan
j. Standar penilaian pendidikan
k. Kurikulum.
l. Kerangka dasar kurikulum.
m. Kurikulum tingkat satuan pendidikan.
n. Peserta didik.
o. Penilaian.
p. Evaluasi pendidikan.
q. Ulangan
r. Ujian

2. Jelaskan tujuan standar kompetensi lulusan pada jenjang :
a. Pendidikan dasar. b. Pendidikan menengah umum. c. Pendidikan tinggi.

3. Program apa saja yang menjadi prioritas pemerintah dalam menyusun rencana kerja tahunan bidang pendidikan? [minimal 5 program]
















Jawaban UAS Makul Pengembangan Kurikulum IPA SMP

1. a. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.
c. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
d. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik.
e. Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.
f. Standar Proses adalah Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain itu, dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan.
g. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, p`mong belajar, dan tenaga kebersihan.
h. Sarana (Secara etimologi) adalah alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai makna dan tujuan. Prasarana pendidikan adalah segala macam alat, perlengkapan, atau benda-benda yang dapat digunakan untuk memudahkan (membuat nyaman) pelaksanaan pendidikan.
i. Standar Pengelolaan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yakni standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah dan standar pengelolaan oleh Pemerintah.
j. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
• Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
• Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
• Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas:
• Penilaian hasil belajar oleh pendidik; dan
• Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi.
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud di atas diatur oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
k. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
l. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
m. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia.
n. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
o. Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik.
p. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya.
q. Ulangan adalah Proses yang diakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peseta didik.
r. Ujian adalah Kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.

2. a. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan ebih lanjut.
b. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
c. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

3. a. Meningkatkan profesi tenaga pendidikan melalui uji sertifikasi tenaga pendidik
b. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan pendidikan kesearaan Paket A dan B
c. Pelaksanaan penelitian dan melegalisir STTB
d. Menyusun rencana program bantuan kepada SD, SMP, dan SLB
e. Mempersiapkan, menyusun, dan mendistribusikan pedoman dan petunjuk pelaksanaan Kurikulum dan ujian nasional

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar